Evaluasi dan Pencarian Lanjut Informasi.

 Evaluasi dan Pencarian Lanjut Informasi.

    Evaluasi Informasi adalah kemampuan yang penting untuk mencari, memilih dan memutuskan informasi mana yang harus diterima. Saat ini, informasi tersebar di antara kita dan mudah diperoleh melalui pencarian di internet, di perpustakaan bahkan di social media dan group chat yang kita ikuti. Tidak semua informasi yang tersedia valid, bermanfaat dan akurat, karena itu kita perlu mengevaluasi informasi yang kita temukan. 

    A. Karakteristik mengevaluasi informasi.

- Authority : Penulis informasi harus jelas.

- Timeless : Informasi yang disajikan adalah terbaru (update).

- Relevancy : Informasi yang di sajikan harus sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya.

- Quality : Kualitas dari informasi tersebut harus terpercaya.

- Perspective : Sudut pandang dari informasi itu sendiri dapat memberikan tujuan.

    B. Cara mencari informasi.

1. KUHLTHAU’S

Proses pencarian informasi menurut Kuhlthau (1993) dapat dibagi menjadi 6 tahap yaitu: permulaan (inisiasi), seleksi, eksplorasi, formulasi, koleksi dan presentasi. Kuhlthau menguraikan bahwa pola pencarian informasi sifatnya berjenjang, dimulai dari sesuatu yang tidak jelas, sampai pada tahap kejelasan dari informasi yang dicarinya.

2. ALBERTA INQURY

Inkuiri merupakan bentuk dari pendekatan pembelajaran yang berorientasi kepada siswa (student centered approach).   Peranan guru pada pembelajaran ini adalah sebagai motivator, yang memberi rangsangan supaya siswa aktif dan bergairah dalam berpikir),  fasilitator (yang menunjukkan jalan keluar jika ada hambatan dalam proses berpikir siswa), penanya (untuk menyadarkan siswa dari kekeliruan yang mereka perbuat dan memberi keyakinan pada diri sendiri), administrator (yang bertanggung jawab terhadap seluruh kegiatan di dalam kelas), pengarah (yang memimpin arus kegiatan berpikir siswa pada tujuan yang diharapkan), manajer (yang mengelola sumber belajar, waktu, dan organisasi kelas), dan  rewarder (yang memberi penghargaan pada prestasi yang dicapai dalam rangka peningkatan semangat heuristik pada siswa). Jadi inkuiri sangat sesuai untuk membelajarkan berpikir kritis dan mereduksi miskonsepsi karena memberikan peranan kepada siswa untuk seluas-luasnya melakukan kegiatan pembelajaran menemukan konsep. Pembelajaran inkuiri memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi ini karena anak dirangsang untuk mencari dan menemukan jawaban atas pertanyaannya. Terkait dengan ini, tugas guru adalah menyediakan ruang untuk memberikan kesempatan kepada siswa mengembangkan hipotesisnya dan secara terbuka membuktikan kebenaran hipotesis yang diajukan. Kegiatan diskusi perlu dioptimalkan agar terjadi saling tukar informasi dan pendapat secara terbuka sehingga jawaban atas masalah yang diajukan dapat dibahas bersama siswa yang lain.

3. FLIP IT

Focus : Kata kunci dan istilah pencarian yang akan digunakan

Links : Lokasi dan nomor panggilan sumber

Input : Jenis informasi yang dibutuhkan, pencatatan dan informasi bibliografi

Properties : Menggunakan berbagai sumber

4. BIG 6

The Big 6 dikembangkan di AS oleh dua pustakawan, Mike Eisdenberg dengan  Bob Berkowitz. The Big 6 menggunakan pendekatan pemecahan masalah untuk mengajar informasi dan ketrampilan informasi serta teknologi. Model The Big 6 terdiri dari 6 tahap pemecahan masalah, pada masing-masing tahap dikelompokkan dua sublangkah atau komponen.

Model The Big 6 memiliki kekurangan yaitu mayoritas sumber dan contoh berdasarkan sekolah dan kegiatan kelas di AS. Kedua The Big 6 merupakan produk komersial yang mensyaratkan hak cipta dan perlindungan merek dagang sehingga tidak dapat digunakan begitu saja. Sungguhpun demikian, pembuat The Big 6 masih mengizinkan penggunaannya untyuk kepertluan pendidikan asal memberitahu mereka.

Komentar

Postingan Populer